Minggu, 21 Desember 2025

Hari ibu

22 Desember peringatan hari Ibu.
Peringatan tersebut tentu bertujuan agar kita mengingat kembali bahwa kita semua dihadirkan Allah swt ke dunia melalui ibu. ibu telah melahirkan. Air susunya  menjadi darah daging kita. kasih sayang ibu menyatu dalam jiwaraga kita. Ibu membesarkan mendidik dan membimbing, menghangatkan, menjaga, melindungi, rela berkorban untuk kita dan selalu berharap agar kita menjadi yang terbaik. Ibu, yang selalu menjadi surga bagi anak-anaknya.
Peringatan untuk kita sadar, sudahkah kita berbuat baik kepada ibu. hingga tetes darah terakhir. Tak kan pernah kita sanggup membalas jasa ibu. Mari kita selalu berdoa untuk ibunda.
Peringatan bahwa kita sebagai ibu dari anak-anak kita, sudahkah melaksanakan amanah yang di berikan Tuhan kepada kita. Memberi makanan yang terbaik lahir dan batin tuk putra putri kita, memberi perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkan buah hati kita, mengarahkan pendidikan yang benar untuk anak-anak kita?
Peringatan untuk selalu sadar, pantaskah surga dibawah telapak kaki kita jika kita belum menjalankan sesuai yang diamanahkan baginda Rasul tercinta?
Sudahkah kita menjadi inspirasi terindah bagi anak-anak kita?
Tentu, tak ada kita yang sempurna. dengan peringatan hari ibu, mari kita senantiasa berusaha.
Ibu, wakil Tuhan dimuka bumi.
Ibu, kehadirannya selalu dinanti saat kita belum berdaya
Ibu, sekolah pertama dan utama
Ibu, tiga tingkat derajatnya di atas ayah
Ibu, tak kan pernah lunas kita membayar jerih payahnya
Ibu, terimakasih kuucapkan padamu
Ibu, maafkan aku anakmu
Ibu, doamu selalu menjadi penyejuk dan damai dalam hidupku
Ibu, tak habis kata mengungkap rasa dalam dada untukmu...
Ibu, semoga Allah selalu mengampuni, menyayang, dan membalas jasamu.
Tuhan.... bimbinglah kami agar jadi ibu yang selalu menunutun anak-anak dan keluarga menuju ridhoMu. amiiinnnn.

21 Des 2014

Jumat, 15 Agustus 2025

Drama Asyiknya Bermain di Hari Libur

ASYIKNYA BERMAIN DI HARI LIBUR Drama sebabak TK Negeri Pembina Para Pemain: 1. Nurlaila Tussubha, M.Pd. sebagai : Bunda 2. Arenzo Alhamda Virza sebagai : Arenzo 3. Yumna Mecca Azzahra sebagai : Yumna 4. Dzikra Hafidza Farzana sebagai : Dzikra 5. Rana Aqila Humaira sebagai : Humaira 6. M Hazen Attarauf sebagai :Hazen Suasana di rumah. Pagi itu suara adzan subuh menggema. Setelah solat tahajjud, ibu membangunkan Yumna untuk solat berjamaah ke masjid. “Assalamualaikum anak bunda, bangun nak. Yook bangun, adzan subuh sudah memanggil.” Yumna enggan bangun. Sambil memperbaiki slimut, Yumna menjawab, “Masih ngantuk. Dingin, bunda.” “Loh, waktu subuh tiba, kita solat dulu sayang”, balas bunda. Yumna bangun, sambil menggosok matanya. Ia mengangkat tangan berdoa bangun tidur, dan langsung melipat selimut. Yumna menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan berwudhu. Lalu bersama bunda pergi ke masjid. “Alhamdulillah, cuaca bagus ya nak? Gimana perasaan anak bunda pulang dari masjid?” "Senang, bunda.” “Alhamdulillah” Seperti biasa pada hari libur, sepulang dari masjid Yumna membantu bunda menyapu. sementara bunda memasak pisang goreng. "Waah.. anak bunda rajin. Sini kita duduk makan pisang goreng." “Pisang gorengnya enak sekali.” Ujar Yumna sambil mencium pipi bunda. Mmmmmmmah. Bunda menyambutnya dan memeluk Yumna. “Yumna! Yumnaaaa!” panggil Dzikra. “Yumna, kita main yoook!” timpal Humaira. “Oh iya, Yumna ingat. Kemarin Yumna janji sama teman. Hari ini akan bermain bersama. Boleh ya bunda?” “Boleh saja, tapi mandi dulu.” Jawab bunda “Yumna! Yumna!” Dzikra dan Humaira mendekat dan mengetok pintu. Tok ! tok! Tok! Mereka mengetuk pintu dengan keras. “Assalamualaikum!” sapa Humaira. “Assalamualaikum” kata Dzikra. Bunda dan Yumna berdiri menjawab salam, dan mempersilakan masuk. “Waalaikumussalm. Silakan masuk.” Mereka berdua bersalaman dengan bunda, Yumna berpelukan, sambil senyum tertawa bertiga. “Cantik sekali anak-anak. Sudah mandi semua ini? “Dzikra sudah mandi.” Kata Dzikra. Humairah sudah mandikah? “Belum” “sebaiknya kalau akan bermain, mandi dulu. Agar bersih, harum, dan semakin cantik.?” Ujar bunda sambil tersenyum. “Sudah sarapan apa belum?” lanjut bunda. “Aku sudah.” Kata Dzikra, “Aku sarapan di kampung.” Kata Humaira. “ini ada pisang goreng. Silakan makan pisang gorengnya” Dzikra dan Humaira Bersama menjawab: “terimakasih, bunda, “Emmmm… pisang gorengnya enak banget ya?” Kata Humaira. “Iya ya, enak sekali.” Kata Dzikra. “Siapa dulu yang buat, bunda Yumna”. Yumna tersenyum sambil memeluk bundanya. Humaira, Dzikra, silakan makan pisang gorengnya ya. Yumna mandi dulu, bunda beres-beres belakang sebentar.” “Waah… fotonya bagus ya? Kata Dzikra Yang ini bunganya bagus sekali.” Kata Humaira Bunda datang bersama Yumna. Bunda dan Yumna terkejut melihat mereka makan sambil berjalan adalam rumah. Lalu bunda mengajak mereka duduk. “Yumna main dulu ya bunda.” Yumna datang. “ Bunda, Yumna main dulu ya” Bunda: “Sebentar ya… sebaiknya kalau bertamu, duduk dengan sopan. Tidak berkeliling di rumah orang, dan tidak melihat kesana kemari. Kalau di Minang namanya sumbang caliak.” Zikra dan Humaira: “Baik bunda, terimakasih.” Yumna: “Yook pergi kita lagi. Pamit ya bunda. Dzikra dan Humaira: “Terimakasih, bunda” Bunda: “Hati-hati di jalan ya nak. Tidak lama-lama, segera pulang saja.” Yumna, Dzikra, Humaira: “Terimakasih bunda” Sementara di jalan, Arenzo bermain bertemu dengan Hazen Arenzo: “Hai Hazen” Hazen, “ hai Arenzo. Main yook” Arenzo, ayok. Hazen: “Arenzo, hazen pinjem sepedamu” “Jangan.” “Pinjem sebentar saja.” “Jangan, nanti rusak.” “Pinjem.” “Jangan!” Hazen mendorong Arenzo, Arenzo menangis. Sampai di jalan, Yumna bertiga bertemu dengan Arenzo yang sedang menangis. Mengapa Arenzo? Tanya Yumna Arenzo: “Tadi hazen mendorong Arenzo, mau pinjem sepeda. Mengapa Hazen?” tanya Dzikra. Hazen: “Tadi Arenzo tidak mau meminjamkan. Dkira, “ pinjamkanlah pistol Hazen. Hazen kan punya 2. Humaira, “ Boleh ya Arenzo?’ Lalu mereka saling meminjamkan mainan. Sedangkan Yumna dan teman bermain cik mancik Yumna yang menjadi penjaga, Humaira dan Dzikra bersembunyi sambil berlari. Humaira terjatuh karena menginjak batu, kaki Humaira sakit, Humaira menangis tak bisa berjalan. Bunda cemas, mereka mencari Yumna. Saat bertemu dengan Arenzo, Arenzo ditanya bilang tidak melihat Yumna. Sedangkan Hazen bilang tahu, fdan mengingatkana Arenzo agar tidak bohong. Ibu mencarau Yumna, dan melihat Humaira menangis sambil berbaring di taman. Ibu menasehati mereka agar jika bermain melihat jugajalan yang dilalui, meskipun ditaman, setelah diurut, ibu mengajak mereka pulang karena hari sudah semakin siang. Pesan moralnya: 1. Bangun pagi, beribadah. 2. Sarapan pagi meski dengan kue 3. Rajin membantu orang tua 4. Mandi pagi untuk menjaga Kesehatan 5. Bermasyarakat bermain dengan teman. 6. Bermain untuk belajar bersosial dan mengendalikan emosi 7. Mau berbagi dengan teman 8. Berkata jujur tidak berbohong. 9. Bermain perlu berhati-hati dan ingat waktu 10. Ingat nasehat orang tua