Membangun rasa Empati

Membangun rasa empati.

Salah satu tujuan pendidikan yang utama adalah membangun karakter anak bangsa. Diantaranya berupa empati.

Mr. AI menjelasakan, "Empati adalah kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan orang lain, melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, dan juga membayangkan diri sendiri berada di posisi orang tersebut. Empati memainkan peran penting dalam membangun dan menjaga hubungan antara sesama manusia."

Siapapun orang, sebagai apapun orang, baik sebagai orang tua, anak, guru, murid, pimpinan, karyawan, anggota masyarakat, sikap empati perlu dipupuk sejak dini.

Foto berikut salah satu gambaran rasa empati yang tinggi.
Saat si mawar berbuat salah kepada melati, lalu ditanya oleh guru, jawabannya "disengaja". Tentu guru tekejut, kok disengaja. Oh, barangkali ingin canda aja.
Setelah itu guru memberikan arahan seperlunya, bahwa kawan merasa sakit. Sebaiknya tidak diulang dan silahkan bermaafan. Mereka bermaafan dan kondisi aman.

Selesai masalah, lalu melanjutkan kegiatan, tiba-tiba si mawar menangis. Ibu guru kesulitan mendiamkan. Karena menangisnya beda dari biasanya. Akhirnya mawar lama kelamaan diam.

Persiapan doa kegiatan penutup dimulai. Tiba-tiba si melati bertanya kepada mawar. "Mengapa kamu tadi menagis?" 
Mawar menjawab, "Kasihan kepada melati".
Melatipun memeluk dan mencium pipi mawar. Mereka saling berpelukan.

Pemandangan yang sangat mengharukan. Ibu guru tak hendak membiarkan pemandangan indah ini berlalu.
Begitu indahnya jika karakter, sikap, rasa EMPATI ini tumbuh subur di relung hati setiap insan mulia.
28 Mei 2025

#salamgenerasiemas.

Komentar

Postingan Populer