istana
Istana adalah harta.
Jabatan, kekuasaan, apapun itu namanya, sebagai kebanggaan dan impian banyak orang, harus jelas tujuan dan cara meraihnya.
Semakin tambah usia, semakin dewasa, semakin sadar arah akhir kan kemana.
Sepantasnya menyadarkan
Harta dan jabatan itu gunanya untuk meningkatkan pengabdian dan kebaktian.
Tentunya untuk menyelamatkan diri dan orang-orang yang dicintai.
Jika di sini, di gubug ini,
hati damai,
tiada yang menekan,
tiada yang memaksa,
nyaman,
tenang,
bahagia,
tidak mengemis,
tidak tersiksa,
tidak juga berhutang apa dan pada siapa,
Merdeka,
Menetaplah...
Jangan tinggalkan
Apa kamu ingin kesana?
karena disana
di taman itu banyak bunga
Indah berwarna warni
Lalu sipenghuni lupa
Ia dipaksa
Ditekan
Dipenjara?
Agar tunduk,
Agar nurut
Lalu hilang harga diri
dan kemerdekaan?
Gunakan pelita hati
Singkirkan onak dan duri
Lentik jemari yang menggoreskan tinta tanda tanganmu
Tak kan bisa digantikan yang lain
Jarimu bukan jarinya
Berarti kau bukan boneka
Ibu melahirkanmu
Guru mendidikmu
Rasul mendakwahimu
ALLAH menunjukimu
Jangan jerumuskan jiwa ragamu
Hanya karena manis sesaat
Dalam seteguk kopi
Tegakkan kepalamu
Tunjukkan hatimu
Hitam berbeda dengan putih
Selamat hanya milikNya
Tapi usaha itu tugasmu
Jelas arahmu
Jangan ragu.
7 agus 2020

Komentar
Posting Komentar