alumni
Bunda Rita Hermawati lahir 1964.
Saat ini bertugas di Dinas Sosial Kota Solok.
Alumni TK Kertika I-12 Padang Panjang1969.
Saat berusia 5 tahun, belajar di TK Kartika.
Bunda hobi menyanyi, ditunjukkan di sudut ruangan menyanyi.
Papa beliau seorang tentara S. Joni. Asli Semarang, ibu beliau asli Padang Panjang.
Disamping bertugas sebagai angkatan, dalam tubuh pak Joni mengalir darah seni. Pak joni saat itu bertugas di markas kompi, turut serta melukis dinding sekolah TK dan membangun pendopo bermain yang bunda tunjukkan.
"Lukisan papa bagus. Tapi sekarang sudah diganti." Tutur bunda Rita.
Sejak minta izin ingin berfoto, lalu minta tolong difotokan, bunda nampak enerjik dan menarik.
Satu demi satu mainan di halaman bermain dipegang dan dinikmatinya.
Bunda Rita mengatakan, hampir semua tak ada yang berubah. Mainan-mainan yang terbuat dari besi itu sudah ada sejak beliau dulu sekolah TK.
Dengan penuh rasa rindu dan bahagia, bunda mencoba mainan yang ada, tanpa ragu dan malu. Bunda memanjat dan menaiki mainan yang ada.
Ada yang menggelitik heranku, saat akan menaiki ayunan, bunda berkata lirih, "eh, tak muat lagi", diiringi secuil senyum. Dalam hatiku berbisik, "tentulah iya, mainan yang ada didesain dengan ukuran panggul anak TK. He he..."
Setiap ibu melihat mainan, mata bunda berkaca-kaca.
Bahkan saat menaiki perosotan yang tinggi, bunda sempat mengusap airmata sebelum mengalir ke pipi dengan jemari tangannya.
Bunda memberi kesan indah dan haru. Bunda berkisah saat usia 3 tahun telah memulai bermain tenis meja, dan saat menjadi pelajar SMP 2 Padang Panjang, yang waktu itu tempatnya belum di Silaing bawah, bunda menyabet juara 2 tenis meja puteri.
Beberapa pertanyaan sempat kulontarkan, beliau menjawab lugas dan tegas.
Termasuk pengalaman pribadi beliau, bahwa sebagai anak tentara, beliau pernah berniat tak akan menikah dengan tentara atau polisi. Namun ternyata takdir telah tertulis, beliau kini bersuamikan tentara.
Bunda meninggalkan pelajaran dan pesan, bahwa;
1. Tampilkan keaslian dirimu. Jangan tergiur dengan polesan kecantikan yang palsu.
2. Dulu bunda tomboi, tapi sekarang harus berubah.
3. Didiklah anak, dan ceritakan kisah aslimu, sesulit apapun, agar anak dapat mengambil pelajaran hidup untuk tangguh.
4. Langkah apapun yang kita lakukan, niatkan untuk ibadah.
MasyaAllah...
Saat berada diusia tua, kenangan indah masa lalu sulit terbendung. Maka... indahkan saat mengajar anak-anak di TK.
Cerita ini telah diizinkan oleh bunda. Semoga bermanfaat.
5 oktober 2019

Komentar
Posting Komentar