Senin, 21 Februari 2022

Misteri Kamar Kost Gang Jelita


                                                     Misteri Kamar Kost Gang Jelita

                                            Judul asli: MISTERI KAYANGAN

Suatu siang menjelang sore para gadis berjilbab berjalan bersamaan di trotoar menuju ke sebuah gang yang banyak kos para gadis jelita. Mereka pulang dari perkuliahan sambil menyandang tas dan memegang map plastik berisi bahan kuliah. Ada yang memegang buku dan ada juga yang memegang kamus oxford, anggun sekali.

Para gadis datang dari berbagai penjuru kota untuk menimba ilmu, merajut asa. Ada yang berbusana muslimah dengan model tunik setelan kulot, ada yang memakai gamis dengan celana panjang di dalam, ada juga yang mengenakan rok plisket dengan atasan model kemeja, dibalut selendang pas mina masa kini, dan ada juga yang mengenakan busana model kaftan.

Pada gang Cempaka itu dikhususkan untuk kos kaum puteri. Gadis-gadis yang kos hamper semua kuliah, meski ada juga yang kos untuk bekerja. Karena para gadisnya cantik, anggun dan sangat menarik, masyarakat menyebutnya dengan gang jelita.

Dari sederetan rumah kos yang ada, terdapat sebuah kamar dari sebuah rumah yang bernama kayangan karena kamarnya berada di lantai dua. Siapa yang berada di kamar itu dapat menyaksikan keindahan sudut kota bak berada di negeri kayangan.

Konon terdengar cerita siapa yang pernah kost di kamar kayangan pasti pernah mendengarkan sesuatu. Dari cerita ibu di kos sebelah, bahwa pernah ada seorang mahasiswa yang mendengar anak-anak kecil bermain air di kamar mandi. Setelah dilihat di kamar mandi dibawah agak kesamping dari kamar kayangan, ternyata tidak ada anak kecil yang mandi. Tentu saja gadis tersebut tidak betah lagi kos di kamar tersebut.

Datanglah lagi penghuni kost yang baru. Suatu ketika dengan tidak sengaja, ada orang yang lewat di depan kamar kayangan.  Orang tersebut seakan melihat seorang perempuan mengenakan baju putih dan berambut panjang sekali. Orangnya menghadap ke kamar, rambutnya berurai nampak jelas dari jalan. Orang tersebut heran sekali. Belum pernah me;lihat anak gadis tidak mengenakan jilbab di rumah kost itu. Semua mengenakan jilbab. Lalu ia mencoba mengamati siapa sebenanrnya anak gadis yang kost di kamar kayangan itu.

Setelah beberapa kali diamati, belum pernah terlihat anak yang tidak memakai jilbab keluar dari rumah kost putri itu. Seseorang itu mulai merinding, dan setiap kali melalui kamar itu, ia tidak mau melihat. Karena masih terbayang kuat si rambut panjang di depan kamar kayangan.

Pernah juga terdapat seorang anak kost yang  kemasukan. jika terjadi demikian berdatanganlah teman-teman dari kamar lain untuk melihatnya. Sepulang dari melihat kawan yang kemasukan, sesampai dikamar masing-masing mereka bercerita tentang mengapa dan apa sebab kawannya kemasukan. setelah itu di antara mereka ada langsung berbaring, namun tidak tidur, dan melamun. alhasil menularlah kemasukan tersebut ke yang lain. 

Menurut cerita, dulu tempat itu ada pohon beringin yang besar. Di sebelahnya ada bekas rel kereta api. Tapi rel dan pohon beringin sudah tidak ada lagi. Anehnya, meski kisah itu masih hangat dan menjadi misteri, namun orang-orang tetap mengisi kamar kayangan itu, karena kebutuhan menuntut ilmu.

Seorang para normal kamar kost jelita itu sebenarnya fakta kalau dilihat dari kacamata frekwensi dunia lain. Katanya kawasan itu adalah kawasan atau perkampungan jin. Namun walau begitu ia tidak mengganggu asalkan tetap berlaku sopan. jangan sekali-kali mandi tanpa kain basahan, bisa tersapa kita dibuatnya.

Sesudah itu jangan biarkan pikiran kosong ketika melihat keluar melalui jendela. Kalau pikiran kosong maka yang tampak adalah alam lain. Bukan alam kita. Kata para normal itu, perkampungan jin di sana bisa saja dipindahkan. Tapi tentu dengan cara "lobi" yang lihai. Sebab jin itu kadang-kadang tipu dayanya jauh lebih lihai dari manusia. Pati saja ada caranya. Asal dia tidak minta macam-macam. bisa saja kita memindahkannya di tempat yang sepi. 

Sampai kini, jin di gang jelita masih belum dipindahkan. entah mengapa. 

Semakin hari semakin ramai para gadis yang menikmati emansipasi wanita. Semakin tak terhitung pula mereka yang melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Suasana gang Cempaka semakin indah. Lampu-lampu semakin terang di setiap sudut koat. Lampu hias menambah semakin apik dan menarik.  Keramaian itu semakin mengurangi misteri kamar kost di gang tersebut. Namun kisah misteri kayangan tetap menjadi cerita hangat bagi alumni penghuni kamar itu.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cttn. Cerita di atas dari mulut ke mulut, dinarasikan menjadi sebuah fiksi. Mencoba mencari gaya tulisan yang lain. Mengeksplor apa yang pernah didengar dan mencoba memadupadankan kata. dalam kondisi energi kurang sempurna, tetap harus menyalakan asa. Terima kasih atas dukungan, bimbingan dan kolab yang rancak dari si raja panggung yang garang. Belajar bersama bang PJ. 

Menambah hiburan baru, menjadi bagian dari Komunitas Guru Menulis Kota Padang Panjang. Ditulis dan dikirim tanggal 11-2-2022 pukul 22.31. Dimuat di Harian Padang Ekspres edisi Ahad, 20 Februari 2022, terbit dan beredar Sabtu, 19 Februari 2022. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar